Maret 20, 2009 ·
Krisis ekonomi global ternyata bisa mengubah perilaku sebagian konsumen ritel Indonesia. Setidaknya, hal itu terlihat dari hasil survei The Nielsen Indonesia selama tahun 2008 lalu.
Menurut Nielsen, selama tahun lalu ada peralihan tren konsumen dari ritel modern ke toko dan pasar tradisional. “Ini merupakan solusi uang ketat di keluarga,” kata Yongky Susilo, Retailer Service Director The Nielsen Indonesia di Jakarta, Kamis (19/3).
Tak heran, pertumbuhan penjualan barang konsumen di pasar dan toko tradisional secara total naik 19,6%.
Dari data homepanel Nielsen di lima kota besar Indonesia, terlihat angka penetrasi toko dan pasar tradisional, jumlah kunjungan, besaran belanja per kunjungan, dan rata-rata total belanja per rumah tangga meningkat secara keseluruhan.
Nielsen menemukan, rata-rata pembelian per rumah tangga di ritel modern turun 6% dari Rp 501.000 per keluarga menjadi Rp 471.000 per keluarga. “Sementara rata-rata pembelanjaan per keluarga di pasar tradisional naik 21% dari Rp 335.000 per keluarga menjadi Rp 406.000 per keluarga,” urai Yongky.
Pada 2009 ini, Nielsen memperkirakan 80% omzet penjualan 55 produk konsumsi bakal dinikmati toko dan pasar tradisional. “Sisanya di pasar modern,” kata Yongky.
Nielsen memprediksi pertumbuhan ritel tahun ini akan lebih rendah dari menurun dari pertumbuhan 2008. Tahun ini, pertumbuhan ritel diprediksi hanya 15%. Sementara, tahun lalu, penjualan ritel tumbuh 21,1% dari 2007 yang senilai Rp 95,3 triliun.
Peritel modern mengaku tidak terlalu terpengaruh atas hasil riset Nielsen tersebut. “Menurut saya, yang benar dalam kondisi ini adalah adanya penurunan kualitas barang yang dibeli konsumen,” ujar Handaka Santosa, Komisaris PT Alfa Retailindo menjawab pertanyaan KONTAN, Kamis (19/3).
Sekalipun secara teoretis mungkin perhitungan Nielsen benar, tapi, “Kami masih percaya pembeli akan lebih memilih ke ritel modern karena pelayanannya,” kata Handaka. Apalagi, imbuhnya, harga sejumlah produk konsumsi di ritel modern jauh lebih murah dari harga di pasar tradisional dengan kualitas tak jauh beda. *Kontan*
Sumber : Mesin kasir, Barcode, Ritel.




0 komentar:
Posting Komentar